Sabtu, 13 April 2019

"MUNGKIN KAH KU JATUH CINTA..."


Kutuliskan lagu...ini hanya untukmu
Nada yang kurangkai dari untaian kata cinta
Kutuliskan puisi cinta...ini hanya untukmu
Sajak yang kurangkum dari rasa rindu yang terdalam

Kusebut dalam lagu ini hanya namamu yang kudamba
Sungguh aku meminta,biarkan aku bernyanyi untukmu...
Kulantukan syair yangkutulis ini dari wajah yang terkias
mungkin karena kujatuh cinta hingga semua terasa indah dimataku

Bila cinta sudah mulai bersemi, rindu dan gelisah silih berganti
Tak ada lagu dan tak ada syair yang mewakili semuanya...
Rindu dan cinta ini sungguh sangat menyesakkan dada
Tapi bila sudah berjumpa... rasa malu selalu menghampiri

Kubawa dan selalu kubawa namamu dan wajahmu kemana kupergi
Bayanganmu selalu menghampiri setiap waktuku tanpa henti...
Seraut wajah cantik yang selalu kurindukan dibalik kerudungmu
Sungguh kecantikan dan keanggunanmu yang menghias tiap langkahmu

Mungkin karena kujatuh cinta hingga semua terasa indah...
Rindu dan gelisah ini selalu menghantuiku bila kau tak disisihku
Mungkin karena kujatuh cinta hingga semua terasa indah...
Akankah cinta ini akan berakhir indah untukku....

Mungkin karena kujatuhcinta..., Hingga semua terasa indah...
Bagaikan mentari kau penerang jiwaku, penyejuk hatiku pengobat luka
Andaikan hatiku dapat kau baca...Kau akan temukan luka-luka cinta hati ini
Bila tiada mendalam cinta yang kurasakan, tak mungkin aku mengingkari hati nurani...

Mungkin karena kujatuh cinta, hingga rindu dan cinta ini begitu dalam...

RAHASIA CINTANYA YANG KAU SIA-SIAKAN


Menangislah, jika memang itu yang kau inginkan...
Biarkan air mata itu mengalir dari sudut matamu
Dan membasahi pipimu secara perlahan dan rasakan isi hatimu
Karena air mata itu adalah ungkapan dari jeritan kata hatimu
Tertawalah, jika memang itu yang kau inginkan...

Biarkan suara gelak tawa itu keluar dari kerongkonganmu
Dan rasakan getaran jantungmu yang muncul dari pori-pori bahagianmu
Karena itu adalah rasa hati yang kau sampaikan hingga air mata turut bicara
Namun semua itu adalah irama yang seimbang dalam hidup kita
Dan segala rasa yang kau terima itu sesungguhnya adalah anugrahNya.
Dari waktu ke waktu romantika itu datang silih berganti seiring masa 

Bersikap bijak dan berpikirlah cerdas karena itu adalah guru dalam hidup.
Hadapi dan jalani tantangan hidup dengan segala cinta didalam dirimu
Putus asa dan kesia-sian janganlah terlintas dibenakmu, agar hidup ini berarti.
Yakinlah bahwa semua sumber kekuatan hidup ini adalah cinta dalam hatimu.
Sesungguhnya Dia menjaga dan membimbingmu dengan rahasia cinta yang kau sia-siakan

Kekosongan dan kesendirian yang kau rasakan sesungguhnya Dia menemanimu.
Nestapa dan gelisah di dirimu sesungguhnya Dia tengah bersenandung dalam hatimu
Kesenangan dan kegembiraanmu sesungguhnya Dia tengah mengawasimu
Kecintaanmu dalam hidup ini sesungguhnya Dia tengah merisaukanmu.

Jagalah dirimu seperti Dia menjagamu denga CintaNya
Agar semua ini tidaklah sia sia…..


****KS****

Jumat, 12 April 2019

ROMAN YANG TERCABIK


Kepala ini seakan tak mampu lagi berpikir
Mulut ini kelu seakan tak mampu bicara...
Mata ini gelap seakan tak mampu lagi memandang...
Dan telinga ini sekan tuli tak lagi bisa mendengar...
Sungguh....Seluruh indra ini sudah tak lagi berfungsi.

Kini Naluri tak lagi mau berbisik...
Kata Hati tak lagi mampu berucap...
Tubuh dan jiwa tak lagi menyatu,
Seakan berada diantara persimpangan....
antara tubuh dan jiwa yang berseberangan

Ada kejanggalan dalam diri...
Ada keanehan dalam pemikiran...
Ada kepalsuan dalam perilaku...
Ada kebohongan dalam setiap kata – kata...
Ada kemunafikan diantara himpitan rasa yang terpasung...

Mencoba menelusuri jalan yang pernah dilalui,
Berharap menemukan sebuah jati diri yang hilang...
Menapaki jalan yang terjal dan berliku dengan keterbatasan,
Bukan harapan dan cita yang diraih...
namun...Sebuah penganiayaan yang sadis...

Sebuah penganiyayaan kebenaran hakiki, yang...
Tercabik – cabik moral dan etika yang kamuflase...!
Tersayat sebuah belati hak yang penuh intrik...!
Terinjak kaki keangkuhan dan keserakahan yang di monopoli..!
Tercekik sebuah aturan dan hukum tak bermartabat...!

Dengan langkah gontai dan terseok – seok....
Mencoba berdiri dan terus berdiri namun tak kuasa...
Hanya mampu berdiri dengan lututnya seraya mengepalkan tangan keatas...
Tenaga yang tersisa dengan suara yang parau...
Berteriak keras dan lantang.... meski terdengar sayup...
'' Masih adakah Kebenaran dan Keadilan di negri ini..!!''




(****KS****)