Jumat, 12 April 2019

ROMAN YANG TERCABIK


Kepala ini seakan tak mampu lagi berpikir
Mulut ini kelu seakan tak mampu bicara...
Mata ini gelap seakan tak mampu lagi memandang...
Dan telinga ini sekan tuli tak lagi bisa mendengar...
Sungguh....Seluruh indra ini sudah tak lagi berfungsi.

Kini Naluri tak lagi mau berbisik...
Kata Hati tak lagi mampu berucap...
Tubuh dan jiwa tak lagi menyatu,
Seakan berada diantara persimpangan....
antara tubuh dan jiwa yang berseberangan

Ada kejanggalan dalam diri...
Ada keanehan dalam pemikiran...
Ada kepalsuan dalam perilaku...
Ada kebohongan dalam setiap kata – kata...
Ada kemunafikan diantara himpitan rasa yang terpasung...

Mencoba menelusuri jalan yang pernah dilalui,
Berharap menemukan sebuah jati diri yang hilang...
Menapaki jalan yang terjal dan berliku dengan keterbatasan,
Bukan harapan dan cita yang diraih...
namun...Sebuah penganiayaan yang sadis...

Sebuah penganiyayaan kebenaran hakiki, yang...
Tercabik – cabik moral dan etika yang kamuflase...!
Tersayat sebuah belati hak yang penuh intrik...!
Terinjak kaki keangkuhan dan keserakahan yang di monopoli..!
Tercekik sebuah aturan dan hukum tak bermartabat...!

Dengan langkah gontai dan terseok – seok....
Mencoba berdiri dan terus berdiri namun tak kuasa...
Hanya mampu berdiri dengan lututnya seraya mengepalkan tangan keatas...
Tenaga yang tersisa dengan suara yang parau...
Berteriak keras dan lantang.... meski terdengar sayup...
'' Masih adakah Kebenaran dan Keadilan di negri ini..!!''




(****KS****)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar